Surabaya - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Jawa Timur akan membantu penyelesaian konflik dualisme kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kota Surabaya yang telah berlangsung dua bulan terakhir.
Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid mengemukakan pihaknya berencana mempertemukan dua pimpinan Pengurus Cabang PSSI Surabaya dan Pengurus Provinsi PSSI Jatim untuk menuntaskan masalah tersebut.
"Saya sudah kontak dengan Gus Ipul (Ketua Umum KONI Jatim Saifullah Yusuf, red.) mengenai masalah ini, dan beliau siap memfasilitasi pertemuan tokoh-tokoh yang berkonflik itu," katanya usai menerima pengurus KONI Surabaya.
Kehadiran pengurus KONI Surabaya yang dipimpin Heroe Poernomohadi ke KONI Jatim dalam rangka konsultasi dan mencari masukan terkait konflik kepengurusan di Pengcab PSSI Surabaya.
Perseteruan itu melibatkan Saleh Ismail Mukadar dan Wisnu Wardhana yang sama-sama mengklaim sebagai Ketua Umum Pengcab PSSI Surabaya yang sah.
Selain Saleh Mukadar dan Wisnu Wardhana, Ketua Umum Pengprov PSSI Jatim Haruna Soemitro selaku induk organisasi yang membawahi PSSI Surabaya, juga akan dilibatkan dalam pertemuan yang difasilitasi KONI Jatim.
"Secepatnya kami akan undang mereka dan mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah ada titik temu penyelesaian masalah tersebut," ujar Abror.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jatim itu mengatakan konflik berkepanjangan Pengcab PSSI Surabaya sangat berdampak buruk bagi pembinaan sepak bola di wilayah tersebut.
"Apalagi kalau kemudian konflik itu melebar dan mengganggu persiapan puslatda sepak bola PON 2012, KONI Jatim bisa mengambil langkah lebih tegas. Kami akan berusaha mencari jalan tengah terbaik dari konflik ini," kata Abror menambahkan.
Ketua Umum KONI Surabaya Heroe Poernomohadi menegaskan pihaknya tidak akan mencairkan dana pembinaan triwulan ketiga sekitar Rp4 miliar kepada Pengcab PSSI Surabaya sebelum masalah dualisme kepengurusan itu benar-benar tuntas.
"Dananya sementara kami tahan dulu karena memang belum ada yang sah dan berhak menerima. Kami berharap mediasi yang diupayakan KONI Jatim bisa menghasilkan solusi terbaik," ujarnya.
Heroe menambahkan KONI Surabaya juga berencana mengambil alih sementara kegiatan pembinaan di Pengcab PSSI Surabaya agar tetap berjalan dan tidak mengganggu atlet.
"Namun, keputusan mengambil alih sementara itu juga harus disetujui klub-klub anggota PSSI Surabaya," tambahnya. (*)
| < Prev | Next > |
|---|





