Surabaya - Tim Squash Jawa Timur tetap mengandalkan Johny Martin untuk meraih medali emas pada kejuaraan nasional yang berlangsung di Jakarta, 30 Juli hingga 3 Agustus mendatang.
"Kami optimistis dapat mempertahankan juara di kelompok putra tersebut karena Johny telah teruji dengan beberapa kali menjuarai berbagai turnamen tingkat nasional tahun-tahun sebelumnya," kata pelatih squash Jatim, Jerry Juraini, usai diterima pengurus KONI Jatim, Rabu.
Selain menampilkan atlet andalannya, Johny Martin, Jatim juga menyertakan sejumlah atlet lapis kedua yang diharapkan mampu "mencuri" medali atau paling tidak bisa menambah frekuensi pertandingan.
Perutusan Jatim pada kejurnas tersebut berkekuatan sembilan atlet terdiri atas enam putra dan tiga putri. Mereka didampingi tiga pelatih dan seorang manajer. Seusai mengikuti kejurnas, para atlet tersebut akan ambil bagian dalam turnamen Piala Gubernur DKI Jakarta yang digelar 4-6 Agustus.
Jerry menambahkan, meskipun Jatim lebih fokus di kelompok putra, namun ia tetap mengincar juara nomor putri atas nama Irma. "Tahun lalu Irma memang belum banyak memperlihatkan prestasinya. Namun saat ini ia menjadi harapan besar bagi kami. Apalagi setelah ditangani pelatih asal Malaysia, Nafzahisam Adnan," kata Jerry.
Mengenai rival terberat Jatim pada kejurnas maupun turnamen terbuka piala Gubernur DKI nanti, Jerry menyebut Jawa Barat dan DKI. Ia bahkan memprediksi Johny Martin tetap akan jumpa lawan abadinya, Furqon, dari Jabar di partai final.
Kejurnas squash memang hanya melombakan dua nomor yakni putra dan putri. Meskipun demikian, peminat cabang olahraga ini di Jatim cukup besar terbukti sejumlah atlet daerah lain kini hijrah ke Jatim seperti Hendro (Kaltim) dan Sony (Jabar) karena melihat perkembangan prospeknya.
Pada kesempatan itu Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid minta para atlet tampil maksimal, sehingga kembali ke Jatim dengan hasil terbaik. "Ketua Umum KONI Jatim Saifullah Yusuf berjanji akan memikirkan nasib para juara cabang olahraga apapun, menyangkut masa depan atllet," kata Abror yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim itu.
Sementara itu Sekretaris Umum KONI Jatim Dr.Alisjahbana berpesan kepada Pengurus Provinsi (pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jatim agar senantiasa memantau perkembangan peraturan mengenai batasan usia peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.
"Ikuti terus perkembangannya. Jangan sampai kita lengah yang bisa berakibat fatal karena terbentur batasan usia yang merugikan Jatim. Tapi untuk squash Jatim saya pikir cukup aman karena para atletnya rata-rata masih berusia muda," kata Alisjahbana. (*)
| < Prev | Next > |
|---|





